AL MATIEN PRO-08 Dan Asta Cita Presiden Bidang Pertanian (Bag.1)

Oleh : Dr. KH. Endi Marsal Dalimunte, MA

Memakmurkan bumi berarti mengolah dan melestarikan sumber daya alam secara bertanggung jawab untuk menciptakan peradaban yang harmonis, sejahtera, dan berkelanjutan bagi seluruh makhluk hidup dan generasi mendatang, serta merupakan bentuk ketaatan dan ibadah kepada Tuhan sang Maha Pencipta Alam. Hal ini mencakup pembangunan spiritual dan fisik yang seimbang, menjaga kebersihan air, melestarikan flora dan fauna, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemanfaatan bersama.

Sejarah para nabi dalam Alqur’an juga menampilkan pentingnya pertanian. Nabi Adam, misalnya, dikenal sebagai pelopor pertanian. Dalam berbagai riwayat, beliau menanam berbagai tanaman dan memelihara kebun. Nabi Muhammad SAW juga mendorong umatnya untuk bertani dan berkebun, menekankan bahwa pekerjaan ini adalah ibadah.

Alqur’an menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk tanah subur dan hasil pertanian, adalah anugerah dari Allah. Dalam QS. Al An’am (6) ayat 99, Allah berfirman: “Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu tanaman yang subur.” 

Eksistensi pertanian menurut Alqur’an mencakup pengakuan akan anugerah Allah, pentingnya pengelolaan sumber daya alam, dan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Pertanian adalah salah satu pilar dalam kehidupan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, umat Islam dapat menjadikan pertanian sebagai sarana untuk mendapatkan keberkahan dan ridha Allah, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.

Dalam Alqur’an terdapat 61 ayat berbicara tentang air dan ilmu tumbuhan, macam dan turunannya, yaitu: QS.  Al Baqarah (2) ayat 22, 61, 164, 261, 265, QS. Al An’am (6) ayat 99, 141, QS. Al A’raf (7) ayat 57, 58, QS. Yunus (10) ayat 24, QS. Yusuf (12) ayat 43, 46, 47, QS. Ar ra’d (13) ayat 4, 17, QS. Ibrahim (14) ayat 24, 26, 32, QS. Al Hijr (15) ayat 19, 22, QS. An Nahl (16) ayat 10, 11, 13, 65, 67, QS. Al Kahf (18) ayat 45, QS. Taha (20) ayat 53, QS. Al Hajj (22) ayat 63, QS. Al Mu’minun (23) ayat 19, 20, QS. Al Furqan ( 25) ayat 49, QS. Asy Syu’ara’ (26) ayat 7, QS. An Naml (27) ayat 60, QS. Ar Rum (30) ayat 24, 50, QS. Luqman (31) ayat 10, 17, QS. As Sajdah (32) ayat 27, QS. Fatir (35) ayat 9, 27, QS. Yasiin (36) ayat 34, 36, 80, QS. As Saffat (37) ayat 146, QS. Az Zumar (39) ayat 21, QS. Fussilat (41) ayat 39, QS. Az Zukhruf (43) ayat 11, QS. Al Jasiyah (45) ayat 5,  QS. Qaf (50) ayat 7, 9, 11, QS. Arrahman (55) ayat 11, 12, QS. An Naba’ (78) ayat 15, QS. ‘Abasa (80) ayat 25, 27, 28, 29, 30, 31, QS. Al Ala’ (87) ayat 4.

Asta Cita Presiden 08 dari delapan poin yang sangat esensial dan penuh dengan syarat untuk mencapai kemakmuran rakyat salah satunya berfokus pada ketahanan pangan; dari sistem pertahanan keamanan negara yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur, penguatan peran pemuda, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya, untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur.

Almatien faham betul dengan peta geografis Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa yang menjadikannya negara beriklim tropis, memiliki dua musim, dan berada diantara dua benua serta dua samudera. Secara astronomis, Indonesia terletak di antara garis lintang 6° LU dan 11° LS, serta garis bujur 95° BT dan 141° BT. Dalam hal ini tentu harus turut serta ambil bagian, melakukan apa saja dari hal terkecil, apakah sebagai pendamping, mitra kolaboratif, vendor bahkan sebagai pelaku yang mengelola langsung.

Hadits Nabi menganjurkan menanam dengan menjadikannya sebagai sedekah. “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menebar benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lain, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Brigade Pangan sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional, gerakan generasi muda, dan unit bisnis pertanian modern yang bertujuan meningkatkan produksi, produktivitas, serta kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan berskala besar, pemanfaatan teknologi, dan sinergi antara berbagai pihak.

rigade Pangan Al Matien

Almatien secara resmi sejak Januari 2025 secara marathon sudah melakukan komunikasi dengan Kementan khususnya pada BPPSDMP dan bahkan sudah mengajukan Proposal secara resmi setelah mendengar masukan dan pendapat dari Pengurus Provinsi.

Sampai pada Rabu 1 Oktober 2025 pertemuan lanjutan langsung di Pimpin oleh Ketum Almatien Dr. KH. Arip Rahman, Lc, DESA, Bendum H. Kuntoro Shobirin, Lc, DESA dan Ketua DPW Almatien Sumut Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe bertemu kembali dengan Kabadan BPPSDM yang dipimpin oleh ibu Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP, dengan menghadirkan beberapa unsur Kepala bidang di kantor Kementan Jl. Harsono RM. No. 3, Gd. D Lt.5-7, Ragunan, Jakarta 

Dari pertemuan ini dapat kami simpulkan bahwa Almatien yang memiliki jaringan pengurus dan simpatisan diseluruh Provinsi, Kabupaten dan kota se Indonesia,  diberi ruang sebagai pendamping desa serta jalur khusus tuk terlibat langsung sebagai pelaku pada Brigade Pangan (BP) dan Distributor Pupuk di daerah jaringan Almatien. 

Pada perbincangan lanjut fokus pada tahap penentuan titik lahan, dimana Almatien diberi ruang tuk memulai di wilayah Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Karenanya, pada agenda Pengukuhan Brigade Pangan Pusdik DPPSDMP ke wilayah Sumsel pada 8-9 Oktober 2025, Almatien diikutsertakan dan dapat meninjau secara langsung Pengukuhan sekaligus Tanam Padi Perdana di Kecamatan Muara Sugihan,

Kab. Banyuasin Sumsel. 

Dari pertemuan ini diharapkan menjadi langkah pertama sekaligus Koordinasi dengan para pihak terkait di Sumsel, yang pada langkah selanjutnya oleh pengurus DPW Almatien di Sumsel dapat memulai dan mengadopsi system, regulasi dan percepatan terlaksananya pilar Brigade Pangan binaan Almatien di provinsi Sumsel, kemudian di Kab. Mandailing Natal, Batubara, Sumatera Utara…insya Allah !

Brigade Pangan Almatien Menuju Lumbung Pangan Dunia.

laucing brigade pangan
Sosial Media Kami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *